Warisan Sejarah atau Beban Biaya? Hotel Tjimahi Terancam Dijual

Kota Cimahi, Kianmenit.Com- Hotel Tjimahi, sebuah penginapan yang terletak di jantung Kota Cimahi, memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Bangunan yang berusia 99 tahun ini telah menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia dari masa kolonial hingga milenial.

Hotel Tjimahi dibangun oleh pasangan Nyi Raden Fatimah Singawinata dengan seorang Belanda bernama Veen. Sejak itu, hotel ini telah menjadi tempat singgah bagi banyak tokoh penting, termasuk Ani Yudhoyono, istri dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Theresia Gerungan Soetamanggala, pemilik Hotel Tjimahi, menceritakan bahwa hotel ini telah menjadi bagian dari sejarah keluarga selama tiga generasi. Namun, kini hotel ini terancam dijual karena beban biaya operasional yang tinggi.

"Semua juga bilang jangan, sayang kalau dijual. Tapi jujur, saya sudah enggak kuat lagi. Sudah eungap lah ya, bahasa Sundanya," ungkap Theresia.

Theresia mengaku telah melewati waktu selama enam tahun untuk bisa ikhlas melepas warisan yang tak ternilai harganya itu. Ia berharap pemilik berikutnya tak melakukan perubahan atau bahkan merombak bangunan yang selama tiga generasi itu terjaga.

Hotel Tjimahi memiliki banyak kenangan dan sejarah yang terjaga. Dari masa kolonial hingga milenial, hotel ini telah menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

"Theresia menceritakan bahwa hotel ini pernah disinggahi oleh Raymond Westerling dan sejumlah pasukan militer. Semua bukti sejarah itu masih terjaga dengan baik di Hotel Tjimahi, termasuk bentuk bangunan yang masih kokoh menjadi saksi hingga saat ini, ucapnya.

Theresia mengaku bahwa beban biaya operasional hotel ini sangat tinggi. "Buat PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) saja setiap tahun minimal Rp60 juta, karena ini kawasan premium," katanya.

"Ia juga menceritakan bahwa selama Pandemi Covid-19, ia lalui tanpa memberhentikan atau merumahkan para pegawainya kendati operasional hotel ditutup.Theresia

Theresia berharap bahwa pemilik berikutnya akan menjaga dan melestarikan hotel ini sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia. "Atau kalau ada investor yang mau bantu, saya sangat terbuka dengan segala opsi," pungkasnya.

"Dengan demikian, nasib Hotel Tjimahi masih dalam ketidakpastian. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah bahwa hotel ini telah menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia dan akan selalu diingat sebagai salah satu saksi sejarah yang penting," tandas Theresia. (**)